Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melaporkan bahwa luas daratan Gunung Anak Krakatau telah mencapai 341,5 hektare per pertengahan September 2026. Angka ini melampaui luas gunung sebelum peristiwa erupsi dan longsoran besar pada Desember 2018 yang hanya tercatat sekitar 300 hektare. Penambahan luas daratan ini dipicu oleh akumulasi material dari aktivitas erupsi berkelanjutan yang terjadi pada awal September 2026. Berdasarkan riset kolaboratif antara BRIN dan berbagai institusi internasional, gunung ini sedang berada dalam fase rekonstruksi alami. Para peneliti menjelaskan bahwa gunung api merupakan sistem dinamis yang terus mengalami siklus pertumbuhan, erupsi, serta keruntuhan. Meskipun saat ini daratan gunung terus bertambah melalui aktivitas lava, para ahli tetap menyoroti faktor kestabilan lereng mengingat struktur fisik gunung yang tidak simetris dan berdiri di atas dasar laut dengan tingkat kecuraman yang bervariasi.
Source : Detik
Photo : Detik


