Badan Pangan Nasional (Bapanas) menjamin stabilitas pasokan kedelai nasional hingga penghujung tahun 2026 dengan proyeksi surplus mencapai 290,9 ribu ton. Meskipun ketergantungan terhadap impor masih signifikan, total ketersediaan diprediksi mencapai 3,046 juta ton berbanding kebutuhan nasional sebesar 2,755 juta ton. Pemerintah terus memantau rantai distribusi untuk menjaga harga di tingkat perajin tahu dan tempe agar tetap sesuai dengan Harga Acuan Pembelian maksimal Rp12.000 per kilogram. Selain itu, pemerintah memperkuat Cadangan Kedelai Pemerintah (CKP) dengan target 70 ribu ton yang dikelola oleh Perum Bulog sebagai instrumen intervensi jika terjadi gangguan pasokan. Bapanas juga melaporkan bahwa neraca pangan strategis lainnya, seperti jagung, berada dalam kondisi aman dengan proyeksi stok akhir yang melimpah. Langkah ini diambil untuk memastikan keberlangsungan produksi bagi pelaku usaha kecil di seluruh wilayah Indonesia.
Source : Antara News
Photo : Antara News


