Anggota Komisi V DPR RI, Syarif Abdullah, mendesak Pemerintah Kota Pontianak dan instansi terkait untuk segera melakukan kajian teknis guna mengatasi intrusi air asin pada sumber air baku. Langkah ini dianggap krusial untuk menjamin ketersediaan air bersih bagi warga, terutama saat musim kemarau. Beberapa solusi yang dipertimbangkan mencakup pembangunan waduk serta perluasan jaringan pipa air. Selain masalah air, pertemuan tersebut juga menyoroti pentingnya penyediaan air bersih di wilayah Pontianak Utara untuk mendukung fasilitas pendidikan. Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, menegaskan bahwa isu ini menjadi prioritas daerah dengan rencana penanganan jangka pendek dan panjang. Diskusi tersebut juga mencakup agenda pembangunan infrastruktur lainnya, seperti duplikasi Jembatan Kapuas II, rencana Jembatan Garuda, serta penguatan kesiapsiagaan dalam menghadapi kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Barat.
Source : Antara News
Photo : Antara News


