Menteri Agama Nasaruddin Umar menyatakan bahwa data KPK mengenai maraknya praktik menyontek di perguruan tinggi merupakan peringatan serius bagi dunia pendidikan. Berdasarkan survei integritas pendidikan yang melibatkan ratusan ribu responden, ditemukan bahwa 71 persen kampus masih menghadapi masalah ketidakjujuran akademik. Selain menyontek, laporan tersebut juga menyoroti tingginya angka plagiarisme, promosi jabatan berdasarkan kedekatan, serta normalisasi gratifikasi di lingkungan pendidikan. Nasaruddin menegaskan bahwa kebiasaan tidak jujur sejak dini dapat menjadi pintu masuk bagi perilaku koruptif di masa depan. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya menanamkan nilai antikorupsi sebagai karakter dan budaya, bukan sekadar teori. Kementerian Agama berkomitmen menjadikan temuan ini sebagai bahan refleksi untuk memperkuat pengawasan dan pendidikan antikorupsi di madrasah serta perguruan tinggi keagamaan guna memperbaiki integritas sektor pendidikan nasional secara menyeluruh.
Source : Detik
Photo : Detik


