Pemerintah menjadwalkan pelaksanaan peletakan batu pertama proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di kawasan Semarang Raya pada Desember 2026. Infrastruktur strategis ini ditargetkan mampu mengelola volume sampah hingga 1.000 ton per hari guna mengatasi persoalan limbah di wilayah tersebut. Proses pembangunan fisik fasilitas ini diproyeksikan akan memakan waktu sekitar dua tahun dan diharapkan selesai pada 2028. Kehadiran pembangkit listrik berbasis sampah ini merupakan langkah krusial dalam mendukung pencapaian visi bebas sampah atau zero waste yang dicanangkan untuk tahun 2029. Melalui teknologi konversi energi ini, pemerintah berupaya mengintegrasikan solusi penanganan lingkungan dengan penyediaan sumber daya listrik yang berkelanjutan bagi masyarakat di Jawa Tengah.
Source : Detik
Photo : Detik


