Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan bahwa curah hujan tinggi yang mengguyur Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, selama sehari penuh sejak awal November 2026 telah memicu serangkaian bencana hidrometeorologi. Dampak cuaca ekstrem ini mencakup banjir, tanah longsor, serta kerusakan tanggul di tiga kecamatan, yakni Pasirian, Jatiroto, dan Tempursari, yang tersebar di delapan desa. Data sementara menunjukkan sebanyak 1.417 kepala keluarga dan jumlah rumah yang sama terdampak oleh bencana tersebut. Selain kerusakan infrastruktur pemukiman, akses jalan, jaringan listrik, dan lahan pertanian warga turut terganggu. Saat ini, tim gabungan dari BPBD Lumajang sedang melakukan upaya penanganan darurat, pembersihan material longsor, serta penyaluran bantuan logistik. Petugas di lapangan juga terus memantau kondisi debit sungai dan stabilitas tanggul untuk mengantisipasi potensi bencana susulan bagi warga yang berada di wilayah terdampak.
Source : Antara News
Photo : Antara News


