Seorang guru bernama Muh Najib di SD Kecil Terpencil Ogolau, Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, menginisiasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) secara mandiri untuk muridnya. Inisiatif ini muncul karena keprihatinan terhadap siswa yang sering kehilangan fokus dan ingin pulang lebih awal akibat kelaparan saat jam pelajaran. Dengan memanfaatkan donasi dari pengikut media sosial, Najib menyediakan makanan seharga Rp 5.000 per porsi untuk 52 siswa. Menu yang disajikan, seperti nasi kuning dan ikan, diproduksi oleh warga lokal. Meskipun akses menuju sekolah sulit karena harus menyeberangi sungai dan ketersediaan bahan baku terbatas, program ini berhasil meningkatkan kehadiran siswa secara signifikan. Najib memulai langkah ini setelah membagikan buah sirsak kepada muridnya dan mengunggah momen tersebut ke media sosial, yang kemudian menarik perhatian para donatur untuk mendukung keberlangsungan program nutrisi bagi siswa di wilayah prasejahtera tersebut.
Source : Detik
Photo : Detik


