Keluarga Willy Mboik, seorang calon pegawai negeri sipil asal Rote Ndao yang tewas ditembak Kelompok Kriminal Bersenjata di Jayawijaya, Papua Pegunungan, mengalami tindakan intimidasi. Para pelaku diduga menggunakan ponsel milik korban untuk melakukan panggilan video kepada pihak keluarga sambil menunjukkan sikap tertawa. Peristiwa penembakan tersebut terjadi di Distrik Muliama pada Rabu sore. Paman korban, Johanes Baba, mengonfirmasi bahwa keluarga di Kupang dan Rote Ndao terus menerima panggilan teror tersebut setelah kematian Willy. Pihak keluarga menyatakan duka mendalam serta kemarahan atas tindakan keji yang dilakukan oleh kelompok tersebut. Rekaman percakapan yang memperlihatkan aksi pelaku ini sempat tersebar luas di media sosial, memicu reaksi keras dari keluarga yang mempertanyakan alasan di balik pembunuhan tersebut.
Source : Detik
Photo : Detik
Aussi couvert par : CNN Indonesia
Aussi couvert par : Detik



