Siswa di Prancis melakukan aksi protes meluas akibat kondisi fasilitas sekolah yang memprihatinkan, seperti atap bocor, pemanas rusak, hingga ruang kelas yang tidak memadai saat cuaca panas. Meskipun Prancis mengalokasikan anggaran pendidikan sebesar 6,7 persen dari PDB, distribusi kewenangan yang rumit antara pemerintah pusat dan daerah menghambat perbaikan infrastruktur. Sebagian besar gedung sekolah dasar sudah berusia tua dan membutuhkan renovasi besar-besaran. Selain masalah bangunan, siswa juga menyoroti kelas yang terlalu padat serta tingginya jam pelajaran yang hilang akibat ketidakhadiran guru. Pemerintah sebenarnya telah menjalankan program renovasi dan menambah jumlah guru, namun ketimpangan alokasi dana masih terjadi, terutama pada tingkat sekolah dasar. Saat ini, pemerintah berupaya merespons tuntutan siswa dengan menyediakan guru pengganti tambahan dan menggunakan teknologi untuk memetakan sekolah yang paling membutuhkan perbaikan mendesak.
Source : Detik
Photo : Detik


