Tim ekshumasi telah merilis hasil pemeriksaan terhadap jenazah Sutrimo, mantan pekerja di kediaman mantan Jampidsus Febrie Adriansyah. Ketua tim, Ahmad Yudianto, menyatakan bahwa tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan fisik, baik akibat benda tajam maupun tumpul. Hasil toksikologi juga memastikan tidak adanya racun seperti sianida, arsenik, atau pestisida, meskipun ditemukan kandungan kafein dalam tubuh. Pemeriksaan medis menunjukkan adanya perubahan patologis pada sistem kardiovaskular, termasuk penyempitan arteri koroner hingga 75 persen. Kesimpulannya, penyakit jantung iskemik menjadi penyebab kematian yang paling mungkin, dengan kafein sebagai faktor yang memperburuk kondisi tersebut. Sejalan dengan temuan ini, Polda Metro Jaya menyatakan bahwa tidak ditemukan unsur tindak pidana dalam kasus kematian Sutrimo setelah menganalisis keterangan saksi dan hasil laboratorium forensik.
Source : CNN Indonesia
Photo : CNN Indonesia
Aussi couvert par : CNN Indonesia



