Korea Utara dilaporkan menembakkan rudal balistik ke arah Laut Timur yang menempuh jarak lebih dari 700 kilometer. Peluncuran ini dilakukan tak lama setelah militer Korea Selatan mendesak Pyongyang untuk meminta maaf atas insiden ledakan ranjau di Zona Demiliterisasi (DMZ) yang melukai tiga prajurit mereka. Investigasi gabungan Seoul dan Komando PBB menyimpulkan bahwa ledakan tersebut disebabkan oleh ranjau yang dipasang pihak Utara sebagai bagian dari upaya penguatan perbatasan. Namun, Pyongyang membantah keterlibatan mereka dalam insiden tersebut. Kim Yo Jong, adik pemimpin Korea Utara, menolak tuntutan permintaan maaf tersebut dan melontarkan kritik keras terhadap upaya dialog yang diinisiasi oleh Presiden Korea Selatan, Lee Jae Myung. Saat ini, Korea Selatan bersama Amerika Serikat dan Jepang terus memperkuat koordinasi pertahanan guna memantau aktivitas militer Korea Utara yang semakin agresif pasca penetapan status musuh utama pada tahun 2024.
Source : Detik
Photo : Detik


