Badan Pusat Statistik melaporkan Nilai Tukar Petani (NTP) nasional mencapai angka 131,11 pada September 2026, meningkat 1,49 persen dari bulan sebelumnya. Kenaikan ini dipicu oleh pertumbuhan indeks harga yang diterima petani sebesar 1,93 persen, yang melampaui kenaikan biaya produksi sebesar 0,44 persen. Komoditas utama seperti gabah, karet, kelapa sawit, dan cabai rawit menjadi pendorong utama penguatan tersebut. Secara sektoral, hortikultura mencatat kenaikan tertinggi sebesar 4,04 persen. Secara kumulatif dari Januari hingga September 2026, NTP nasional tumbuh 3,44 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Peningkatan NTP ini mencerminkan perbaikan daya beli serta posisi ekonomi petani di Indonesia, yang sejalan dengan target pemerintah dalam menjaga kesejahteraan produsen pangan di tengah upaya mencapai swasembada pangan berkelanjutan.
Source : Detik
Photo : Detik
Aussi couvert par : Antara News
Aussi couvert par : Antara News


