Anggota Komisi IV DPR RI, Johan Rosihan, mengkritisi anomali kenaikan harga beras yang terjadi meskipun pemerintah mengklaim cadangan nasional mencukupi. Menurut Johan, terdapat ketidaksesuaian antara data stok fisik dengan ketersediaan barang di pasar yang terjangkau bagi masyarakat. Ia mendesak pemerintah untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap rantai distribusi, mulai dari penggilingan hingga pengecer, guna mengidentifikasi penyebab lonjakan harga. Johan menekankan pentingnya membedakan antara data produksi, stok di gudang, dan pasokan yang siap edar. Selain itu, ia menyoroti persaingan antara Bulog dan pihak swasta dalam menyerap gabah pasca panen yang memicu kenaikan biaya produksi. Meski demikian, ia menegaskan bahwa upaya menekan harga beras tidak boleh mengorbankan kesejahteraan petani. Pemerintah diminta untuk membuka data neraca beras secara transparan dan memetakan struktur pembentukan harga agar kebijakan pangan lebih tepat sasaran dan efektif bagi konsumen.
Source : Detik
Photo : Detik


