Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat, menegaskan bahwa peringatan Sumpah Pemuda tidak boleh sekadar menjadi rutinitas seremonial tahunan. Ia menekankan pentingnya generasi muda mengamalkan nilai-nilai kebangsaan, kegigihan, dan empati dalam menghadapi tantangan modern seperti polarisasi digital serta disrupsi ekonomi. Dengan jumlah populasi pemuda mencapai 66,83 juta jiwa, mereka memegang peran krusial sebagai penentu arah pembangunan nasional. Lestari mendesak pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan untuk merancang kebijakan berbasis data yang mampu menjawab masalah nyata, seperti pengangguran dan kesenjangan kompetensi. Menurutnya, semangat persatuan dari ikrar 1928 harus terus dirawat dan diwujudkan melalui tindakan konkret, bukan hanya retorika, agar generasi muda dapat berkontribusi aktif dalam menjaga keutuhan serta masa depan bangsa Indonesia.
Source : Detik
Photo : Detik


